Bupati Tapanuli Selatan Temui Ketua BAZNAS RI, Dorong Percepatan Hunian Tetap dan Pemberdayaan Ekonomi Korban Bencana
Berita Umum

Bupati Tapanuli Selatan Temui Ketua BAZNAS RI, Dorong Percepatan Hunian Tetap dan Pemberdayaan Ekonomi Korban Bencana

Editor Berita 21 April 2026 71 views
Ringkasan

Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu melakukan kunjungan kerja sekaligus konsultasi dan koordinasi dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc, Senin (20/04/2026), di Gedung BAZNAS Pusat, Jalan Matraman Raya No.134, Jakarta.

Bupati Tapanuli Selatan Temui Ketua BAZNAS RI, Dorong Percepatan Hunian Tetap dan Pemberdayaan Ekonomi Korban Bencana

JAKARTA – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu melakukan kunjungan kerja sekaligus konsultasi dan koordinasi dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc, Senin (20/04/2026), di Gedung BAZNAS Pusat, Jalan Matraman Raya No.134, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi umat bagi masyarakat korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam pertemuan itu, Bupati Gus Irawan menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian BAZNAS RI terhadap penanganan pascabencana di Tapanuli Selatan, khususnya pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan hunian tetap bagi korban bencana telah memasuki tahap signifikan. Sebanyak 120 unit rumah bantuan telah selesai dibangun, sementara total 227 unit hunian pada satu lokasi ditargetkan rampung pada akhir April 2026. 

Selain itu, pembangunan di lokasi lain dengan jumlah unit yang sama juga tengah dipersiapkan sebagai tahap lanjutan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menyiapkan lahan sekitar 30 hektare untuk mendukung pembangunan hunian tetap. Seluruh masyarakat terdampak saat ini sudah menempati hunian sementara dan tidak lagi tinggal di tenda pengungsian,” ujar Gus Irawan.

Ia menegaskan, tantangan berikutnya bukan hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat terdampak yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.

Menurutnya, sekitar ribuan warga terdampak membutuhkan program pemberdayaan ekonomi agar tidak bergantung lama pada bantuan pemerintah. Karena itu, konsep Huntap di Tapanuli Selatan dirancang terintegrasi dengan kawasan ekonomi produktif berbasis zakat dan pemberdayaan umat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menyiapkan sekitar 20 hingga 28 hektare lahan untuk pengembangan sektor ekonomi produktif, di antaranya budidaya perikanan sistem bioflok, peternakan ayam petelur dan pedaging, serta pengembangan pertanian jagung sebagai bahan pakan.
“Kami ingin hunian ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi menjadi kawasan ekonomi baru. Produksi ikan, telur dan daging ayam memiliki pasar yang jelas melalui BUMD serta kebutuhan konsumsi daerah yang masih defisit,” jelasnya.

Bupati juga memaparkan dampak besar bencana terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan yang sebelumnya berada di atas lima persen turun drastis menjadi sekitar 2,4 persen pascabencana. Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan berbagai terobosan pemulihan ekonomi tanpa merevisi arah pembangunan jangka panjang daerah.

Selain program ekonomi, Pemkab Tapanuli Selatan juga mengembangkan inovasi pertanian melalui demplot varietas padi Gama Gora hasil pengembangan Universitas Gadjah Mada yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan terdampak gagal panen.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyambut baik konsep pembangunan hunian terintegrasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia menegaskan arah kebijakan BAZNAS saat ini memang berfokus pada pendayagunaan zakat berbasis pemberdayaan produktif yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

BAZNAS RI, lanjutnya, akan melakukan asesmen bersama BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan guna menentukan model pemberdayaan ekonomi yang paling tepat, termasuk pengembangan peternakan ayam, pertanian produktif, serta pembinaan ekonomi masyarakat di kawasan hunian tetap.
“Pendayagunaan zakat ke depan diarahkan tidak hanya konsumtif, tetapi produktif dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat secara permanen,” ujar Sodik.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis mempercepat pembangunan hunian tetap sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS RI.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Drektur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR Eka Budhi Sulistyo, Kepala Biro Umum dan Protokoler Tito Kurniawan, Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Harto, Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri dan jajaran lainnya.

Artikel Terkait

Bupati Tapanuli Selatan Hadiri Rakor Nasional Mitigasi Kekeringan 2026, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian
Bupati Tapanuli Selatan Hadiri Rakor Nasional Mitigasi Keker...

20 Apr 2026

Baca Selengkapnya
Bupati Tapsel Tepung Tawari 130 Calon Jemaah Haji Kloter 5 Tahun 1447 H/2026 M
Bupati Tapsel Tepung Tawari 130 Calon Jemaah Haji Kloter 5 T...

20 Apr 2026

Baca Selengkapnya
Halal Bi Halal TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Tapsel Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan
Halal Bi Halal TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Tapsel Per...

14 Apr 2026

Baca Selengkapnya