Dari Paviliun Pemkab Tapsel Bupati Gus Irawan Ajak Warga Manfaatkan Lahan Tidur untuk Bangkitkan Ekonomi Pasca Bencana
MEDAN – Sesaat sebelum menghadiri Malam Pagelaran Seni dan Budaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, bertempat di Paviliun Pemkab Tapsel Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (4/7/2026) malam, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan setiap lahan yang masih menganggur sebagai sumber penguatan ekonomi keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan Gus Irawan yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Staf Ahli TP PKK Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Ira Sofyan Adil Siregar dan
Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra saat wawancara khusus yang membahas strategi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan memulihkan perekonomian daerah pascabencana serta berbagai program unggulan yang sedang dijalankan.
Menurut Gus Irawan, bencana yang melanda Tapanuli Selatan pada akhir 2025 memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya selalu berada di atas lima persen terkoreksi hingga hanya mencapai 2,4 persen di akhir Triwulan empat Tahun 2025.
"Karena itu kami tidak boleh menyerah. Saya ingin tidak ada lagi lahan tidur, tidak ada lagi pekarangan yang dibiarkan kosong. Semua harus produktif dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat," tegas Gus Irawan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kini mengintegrasikan berbagai program sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai strategi mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang terus diperluas adalah Gerakan Seribu Kolam untuk meningkatkan produksi ikan air tawar. Program tersebut lahir karena kebutuhan ikan di Tapanuli Selatan masih mengalami defisit sekitar 50 persen.
Selain itu, Pemkab Tapsel juga tengah mengembangkan Program 10.000 Hektare Jagung yang diintegrasikan dengan pengembangan peternakan. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra usaha, hasil panen petani dipastikan memiliki pasar sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi masyarakat.
"Kami ingin membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Jagung diproduksi petani, kemudian diserap sebagai bahan baku pakan ternak sehingga memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi masyarakat," jelasnya.
Untuk mendukung pembiayaan masyarakat, Pemkab Tapsel bersama Bank Sumut juga meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen, terutama bagi pelaku usaha mikro, petani dan peternak.
Menurut Gus Irawan, program tersebut sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam melindungi masyarakat dari praktik pinjaman berbunga tinggi atau rentenir.
"Kami ingin masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang murah dan sehat sehingga mereka dapat mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga yang tinggi," ujarnya.
Di sisi lain, Gus Irawan mengakui sektor pertanian masih menghadapi tantangan besar akibat ribuan hektar sawah terdampak banjir dan longsor. Karena itu, selain mendorong normalisasi lahan pertanian bersama pemerintah pusat, Pemkab Tapsel juga membuka lahan-lahan produktif baru untuk pengembangan jagung, hortikultura, hingga tanaman pangan lainnya sesuai potensi masing-masing wilayah.
Ia menegaskan, setiap desa akan didorong mengembangkan komoditas unggulan sesuai karakteristik daerahnya, mulai dari cabai, bawang, jagung hingga perikanan, dengan dukungan kerja sama pemasaran bersama berbagai mitra dan BUMD.
Selain fokus pada pemulihan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, pemberantasan narkoba, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang terintegrasi.
Menutup wawancara, Gus Irawan mengajak seluruh masyarakat bersatu membangun Tapanuli Selatan dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki.
"Kami optimistis Tapanuli Selatan bisa bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat.
Kuncinya adalah kolaborasi, kerja keras, dan memastikan setiap potensi daerah dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Usai wawancara, Bupati Gus Irawan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menghadiri Malam Pagelaran Seni dan Budaya Tapanuli Selatan di Panggung Keong PRSU sebagai bagian dari promosi potensi seni, budaya, pariwisata, dan produk unggulan daerah kepada masyarakat Sumatera Utara.