Pengajian Akbar Bkmt Di Desa Sarogodung Jadi Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah Dan Semangat Pemulihan Tapanuli Selatan
Berita Umum

Pengajian Akbar Bkmt Di Desa Sarogodung Jadi Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah Dan Semangat Pemulihan Tapanuli Selatan

Admin TapselKab 07 April 2026 872 views
Ringkasan

Pengajian Akbar Bkmt Di Desa Sarogodung Jadi Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah Dan Semangat Pemulihan Tapanuli Selatan

SIPIROK — Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Dusun Sabatolang, Desa Sarogodung, Kecamatan Sipirok berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Selasa (08/04/2026). Kegiatan religius dalam suasana Syawal ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebangkitan masyarakat pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. 

Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan soliditas BKMT yang terus aktif membina umat melalui kegiatan keagamaan.

Dalam suasana bulan Syawal, Wakil Bupati juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan bathin kepada seluruh masyarakat Tapanuli Selatan.

“Dalam suasana Syawal ini, saya mewakili Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan bathin. Selama satu tahun kepemimpinan kami tentu masih banyak kekurangan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa satu tahun perjalanan pemerintahan pasangan Bupati dan Wakil Bupati diwarnai berbagai bencana alam yang terjadi bertubi-tubi sejak November 2025 hingga awal tahun 2026. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah daerah dalam membangun kembali Tapanuli Selatan.

Menurutnya, pemerintah pusat bahkan memberikan apresiasi karena Tapanuli Selatan dinilai sebagai daerah tercepat dalam penanganan pascabencana.

“Hari ini tidak ada lagi warga kita yang tinggal di tenda pengungsian. Semua sudah mendapatkan hunian tetap maupun hunian sementara. Ini bukti kerja keras dan doa seluruh masyarakat,” jelasnya.

Wakil Bupati mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran pemulihan infrastruktur daerah mencapai sekitar Rp2,7 triliun, meliputi pembangunan kembali sekolah, jalan, irigasi serta sarana pertanian yang terdampak bencana.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat menjaga tiga hal penting dalam masa pemulihan daerah, yakni menjaga kekompakan, menciptakan suasana kondusif, serta meninggalkan kebiasaan ekonomi yang kurang sehat.