Tercatat jumlah stunting di Tapsel alami penurunan, tinggal 139 anak
Pembangunan

Tercatat jumlah stunting di Tapsel alami penurunan, tinggal 139 anak

Editor TapselKab 17 April 2023 1855 views
Ringkasan

Tercatat jumlah stunting di Tapsel alami penurunan, tinggal 139 anak

Jumlah anak menderita stunting (gangguan pertumbuhan) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) saat ini terus mengalami penurunan. Jumlahnya tinggal 139 anak.

"Alhamdulillah, bulan (April) ini jauh menurun tinggal 139 anak dibanding akhir tahun 2022 tercatat 293 anak," Abdul Latif Lubis, SE MM Satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tapsel," Selasa (18/4/2023).

Menurunnya angka stunting sebesar 47 persen (dari 293 menjadi 139 Balita) berkat keseriusan dan kerja keras semua pihak (17 OPD). Seluruh Puskesmas dan Posyandu di kabupaten Tapanuli Selatan juga dilibatkan.

Bupati Tapsel Dolly Pasaribu SPt. MM selaku pembina TPPS, kompak bersama Ketua TP PKK Ny Rosalina Dolly Pasaribu, unsur pemkab, PKK kecamatan hingga desa pro aktif.

"Lebih dari itu Pak Bupati meminta laporan perkembangan stunting hari per hari. Termasuk berbagai program yang di kerjakan," jelas Latif.

Di samping upaya lain melakukan pendataan ulang keluarga berisiko stunting dengan memverifikasi dan validasi pendataan keluarga atau PK21.

Kemudian, langkah lainnya memberikan pemahaman agar orang tua asuh mendukung penuh program penurunan prevalensi stunting yang melibatkan pemangku kepentingan.

"Sesuai harapan Pak Bupati dan elemen masyarakat lain agar bagaimana penderita stunting terus menurun hingga pada akhirnya zero (nol) stunting," katanya.

Perbedaan gizi buruk dan stunting

Berikut penjelasan Satgas TPPS Tapsel Abdul Latif Lubis terkait perbedaan antara anak menderita gizi buruk dengan anak menderita stunting.

Anak dengan gizi buruk, katanya, biasanya memiliki ciri-ciri kulit yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, otot mengecil, dan kemungkinan perut anak membuncit. 

Sedang stunting adalah melambat-nya pertumbuhan pada anak akibat kurangnya asupan gizi. Stunting juga menjadi penyebab tinggi badan anak terhambat. Atau lebih rendah banding anak seusia-nya.

Pemerintah sendiri juga menetapkan sasaran spesifik pencegahan stunting bagi remaja, calon pasangan usia subur/calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan anak usia 0-59 bulan.

"Indonesia sendiri indikator umum yang digunakan untuk mengukur stunting pada anak adalah dengan menggunakan tinggi badan menurut usia," sebutnya.

 

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapanuli Selatan

Artikel Terkait

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan hunian sementara (Huntara)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Guber...

05 Feb 2026

Baca Selengkapnya
Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027 di Medan
Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga Hadiri Konsu...

28 Jan 2026

Baca Selengkapnya
Bupati Tapsel Salurkan Santunan Kemensos RI kepada Ahli Waris Korban Bencana di Batangtoru
Bupati Tapsel Salurkan Santunan Kemensos RI kepada Ahli Wari...

27 Jan 2026

Baca Selengkapnya